Senin, 28 November 2011

Insomnia Mempercepat Kematian Dini


Kegemaran begadang dan kurang tidur tak baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian mengungkap, pria dengan insomnia kronis memiliki risiko meninggal lebih cepat empat kali lipat dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur sehat.

Seperti dikutip laman Daily Mail, temuan studi ini menambah bukti bahwa ti Oleh karenanya, perlu pola tidur sehat jika tak ingin mengalami mati muda.

Kesimpulan itu berdasar penelitian yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran terkait tidur. Penelitian memelajari pola tidur 1.000 wanita dan 741 pria sejak 1990. Delapan persen wanita dan empat persen pria memiliki insomnia kronis dengan tidur kurang dari enam jam semalam.

Peningkatan risiko kematian dipengaruhi pola tidur yang buruk, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi diperburuk dengan kebiasaan merokok, penggunaan alkohol, depresi, obesitas dan gangguan tidur.

Wanita dengan insomnia tidak terlalu
berisiko menyebabkan kematian. Wanita lebih mampu mengatasi masalah kurang tidur tanpa menurunkan harapan hidup mereka. Namun, para peneliti masih mencoba mencari penjelasan lebih detail mengapa insomnia lebih berbahaya bagi pria.

"Kami percaya bahwa secara kumulatif temuan ini akan meningkatkan kesadaran para dokter dan ilmuwan untuk tidak meremehkan insomnia, masalah gangguan tidur ini harus didiagnosis dini dan diobati dengan tepat," kata peneliti utama Dr Alexandros Vgontzas.

Para ahli mengatakan kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara tujuh dan delapan jam tidur setiap malam. Tidur kurang dari itu meningkatkan asupan makanan berlemak sekitar dua persen. Seiring berjalannya waktu, ini yang memberi efek buruk pada kesehatan. 

Senin, 21 November 2011

Ini Dia Penyebab Anak Autis Sulit Hidup Normal Baca Selengkapnya

Inilah Penyebab Anak Autis Sulit Hidup Normal - Anak-anak autistik memiliki kemampuan visual yang lebih rendah sehingga mereka kesulitan menemukan benda-benda, seperti mencari sepatu di kamarnya atau apel di rak supermarket. Kemampuan visual yang rendah ini bisa mengganggu mereka untuk hidup normal.

"Hasil studi terbaru ini menemukan anak autis tidak mampu mencari suatu objek dalam situasi kehidupan nyata dengan efektif. Padahal, kemampuan ini penting agar mereka hidup mandiri," kata tim peneliti dari Universitas Bristol Inggris dalam keterangannya.
Para peneliti melakukan penelitian terhadap 40 anak, separuhnya anak autis, untuk mencari benda target dalam ruangan tes yang digambarkan mirip dengan kehidupan sehari-hari. Sebelumnya anak-anak ini diminta melakukan tes menggunakan komputer atau tes langsung di atas meja.

Berbeda dengan teori yang menyebutkan bahwa anak autis lebih sensitif pada aturan atau sistem, seperti angka, program komputer atau jadwal kereta, ternyata sifat itu tidak muncul dalam penelitian ini. "Mereka justru tidak efisien dan berantakan dalam melakukan pencarian," tulis peneliti.

Padahal dalam penelitian ini benda target diletakkan di satu sisi dalam ruangan sehingga anak-anak itu bisa lebih cepat mencari karena sistem peletakan barangnya terpola.

"Hasil riset ini penting untuk pemahaman kita tentang masalah yang dimiliki para penyandang autisme dalam kesehariannya. Problem yang mereka miliki tidak hanya terbatas pada hidup dan bergaul di dunia sosial. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa mereka mungkin memiliki masalah dengan proses fundamental yang kita semua mengalaminya sepanjang waktu," ungkap Iain Gilchrist, peneliti dari Universitas Bristol.

Anak-anak penyandang autis yang cenderung meningkat jumlahnya perlu mendapat perhatian secara serius dalam pendidikan. Namun, pendidikan yang mesti dijalankan secara khusus sesuai karateristik tiap anak butuh pendampingan pendidik khusus atau terapis yang masih terbatas jumlahnya.

Ketua Pembina Yayasan Cinta Harapan Indonesia atau Autism Care Indonesia Zulfikar Alimuddin dalam acara pelatihan tingkat nasional bagi guru pembimbing khusus di Jakarta mengatakan persoalan yang perlu diperhatikan adalah penanganan anak autis yang perlu perhatian khusus itu menjadi kendala bagi keluarga tidak mampu. Selain itu, tenaga pendidik khusus atau terpais yang ada tidak berimbang jumlahnya dengan penyandang autis sehingga mahal.

Zulfikar mengatakan, satu dari 100 anak Indonesia usia 0-12 tahun merupakan penyandang autisme. Di Indonesia, jumlah anak penyandang autis meningkat pesat. Dalam kisaran 500.000 anak Indonesia penyandang autis, sebagian berasal dari golongan keluarga tidak mampu.

Rabu, 16 November 2011

Babi yang Terlahir dengan Dua Kaki Bisa Berjalan Seperti Manusia

Jangan mencoba untuk meyakinkan jianqiang Zhu, babi yang sangat pintar yang namanya diterjemahkan dari Cina berarti "Berkeinginan Kuat", bahwa berjalan dengan dua kaki di depan adalah mustahil untuk seekor babi

Babi itu seakan menentang hukum gravitasi umum dalam hidupnya.

Babi betina ini lahir menjadi yang cacat dari sembilan saudara kandungnya yang kuat, juga tetangga babi dan teman-teman babinya. yang mendorong pemiliknya, Wang Xihai, untuk mengucilkannya. Tapi Wang adalah seorang petani yang punya hati ,dia tersentuh oleh kegigihan hewan ini untuk bertahan hidup.

Dia memberinya kesempatan itu dan babi itu menggunakan kesempatan itu sebaik-baiknya dengan penuh semangat, mengalahkan segala rintangan hidup.Sebaliknya, ia menjadi selebriti lokal, dan wisatawan datang dari seluruh banyak tempat untuk menonton saat ia melakukan hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan sehari-harinya.


Wang mengajarinya berjalan pada kuku depan dan dia belajar hanya dalam beberapa hari.

Setelah sekitar satu bulan, ia mulai berjalan sendiri, menyeimbangkan berat badannya di kaki depan saat ia bergerak. Saat ini, meskipun berat badan 50 kg, anak babi ini berjalan mundur dengan cukup mudah.

Pada waktu makan, babi berdiri sendiri di depan panci makanan dan berdiri di kepalanya menyeimbangkan tubuhnya sedemikian rupa sehingga mulutnya dapat menjangkau ke dalam panci.

Meskipun banyak yang menawar babi ini dengan harga sangat mahal, Wang mencintai babi nya dan menolak untuk menjualnya."Saya tidak akan menjual dia ,tidak peduli berapapun harga yang ditawarkan," kata Wang bangga.Cinta, kegigihan dan kebaikan ternyata datang dalam segala bentuk dan ukuran.